Bahasa.ai Bantu Perusahaan Indonesia Lebih Inovatif dengan Chatbot Artificial Intelligence Generasi Terdepan

Februari 26, 2021

Pantau.com - Kemajuan teknologi saat ini menuntut segala macam bisnis untuk bisa memberikan segala sesuatu kepada konsumen dengan instan dan cepat. Mulai dari pemberian informasi, menampilkan produk jasa, transaksi, hingga proses tanya jawab dengan customer service, semuanya harus melalui proses yang cepat dan tepat.

Jika perusahaan tak mampu merespon dengan cepat dan tepat, sama saja membuka pintu bagi calon konsumen untuk pergi. Perusahaan dipastikan akan kehilangan calon pelanggan.

Berdasarkan riset Facebook dan Boston Consulting Group1, 91 persen minat masyarakat Indonesia menambah jumlah transaksi belanjanya atau membeli sesuatu akan semakin tinggi dan besar setelah melakukan conversational commerce atau percakapan dengan penyedia jasa/barang lebih dulu.

Baca juga: Sejak Pandemi Harga Kartu Pokemon Melambung Tinggi, Ada yang Seharga Mobil Mewah Lho

Tapi di lain sisi, tidak semua perusahaan mampu memberikan conversational commerce dengan optimal. Bila terus dibiarkan, maka perusahaan akan lambat berkembang, bahkan cenderung kalah bersaing karena tak mampu mengikuti kemajuan teknologi.

“Untuk itu Bahasa.ai hadir sebagai solusi. Kami merupakan perusahaan teknologi chatbot berbasis artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan yang dapat memberikan bantuan secara real time, tepat saat pelanggan membutuhkannya,” ujar Hokiman Kurniawan, Co-Founder sekaligus CEO Bahasa.ai kepada wartawan saat konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).

“Selain itu, chatbot berbasis conversational AI juga dapat memberikan tiga manfaat. Pertama, memberikan pengalaman khusus yang unik bagi setiap pelanggan untuk membangun hubungan positif. Kedua, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan ketiga, meningkatkan persepsi memuaskan konsumen dan mendapatkan respon baik dari pelanggan,” tambahnya.

Namun Hokiman menegaskan bahwa chatbot AI hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk meningkatkan pelayanan. Sebab ada beberapa hal dalam menangani konsumen yang masih memerlukan sentuhan empati dan simpati manusia.

Dan demi bisa membantu banyak perusahaan di Indonesia agar dapat maju dan berkembang, Bahasa.ai hadir dengan unique value proposition. Di antaranya, berfokus mengembangkan chatbot AI dengan penguasaan frasa bahasa Indonesia yang sangat luas. Kemudian Bahasa.ai saat ini menjadi pengembang chatbot berteknologi Natural Language Processing (NLP) pertama di Indonesia yang mampu menangani percakapan dengan pengguna secara spesifik seputar product knowledge. Bahasa.ai juga menjadi satu-satunya pengembang chatbot AI di Indonesia yang melayani journey customer secara lengkap, mulai dari menarik minat pelanggan, proses pembelian, program loyalitas, hingga advokasi pelanggan.

MyRepublic menjadi salah satu perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Bahasa.ai untuk menghadirkan chatbot WhatsApp. Mengusung karakter Mira sebagai chatbot, MyRepbulic mampu menghadirkan beragam fitur kepada pelanggan. Mulai dari mengenali profil pelanggan secara otomatis, upgrade paket, restart modem, pembayaran tagihan, registrasi program promo, fitur troubleshooting, penambahan layanan seperti request extra router, menambah channel TV kabel, hingga menginformasikan jika terjadi gangguan massal di area lokasi pelanggan.

Vice President Customer Journey MyRepublic, Edwin Satyadi mengatakan, “Solusi NLP Chatbot dari Bahasa.ai menghadirkan Virtual Assistant di seluruh rumah pelanggan MyRepublic dan meningkatan customer experience dalam berlangganan.”

Bukan hanya membantu dalam hal membangun percakapan dengan konsumen, Bahasa.ai juga mendukung kemudahan dalam bertransaksi. Karena teknologi Bahasa.ai memungkinkan chatbot terhubung dengan beragam metode pembayaran yang ada, seperti transfer bank, virtual account, OVO, dan GoPay, serta berbagai metode pengiriman seperti Tiki, JNE, GoSend, Grab Express, dan Paxel.

Inovasi tersebut membuat Bahasa.ai kini mampu menjalin kerja sama terbarunya dengan Artajasa. Kolaborasi antara kedua perusahaan ini terjalin untuk menghadirkan layanan pembayaran hingga transaksi perbankan melalui aplikasi WhatsApp.

“Kami bekerja sama dengan Bahasa.ai untuk memberikan solusi berupa inovasi layanan Whatsapp chatbot yang kemudian dikembangkan untuk dapat melakukan transaksi pembayaran/finansial,” ungkap Direktur Bisnis ArtaJasa, Antoni Moris.

Moris menjelaskan, WhatsApp Chatbot ini telah didukung dengan teknologi AI sehingga membuat pengguna mampu berkomunikasi kepada robot layaknya berkomunikasi dengan manusia.

Baca juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Tak Menyetujui Perubahan Kebijakan Privasi WhatsApp

Sementara itu, terkait transaksi perbankan yang dilakukan melalui WhatsApp, Moris memastikan pihaknya sudah meningkatkan tingkat keamanan sehingga aman untuk digunakan. Pengguna tak perlu khawatir terkena hack.

“Dengan inovasi ini, nasabah dapat menambahkan nomor WA Bisnis dari Bank ke dalam kontak dan memulai transaksi perbankan dengan percakapan yang aman dan interaktif,” terangnya.

CEO Bahasa.ai Hokiman Kurniawan menambahkan, “Tidak diragukan lagi, kedepannya akan ada lebih banyak bisnis dan perusahaan yang mengadopsi teknologi mesin percakapan otomatis ini untuk diintegrasikan ke dalam proses bisnis, sebagai sarana meningkatkan operasional dan tetap terdepan dalam persaingan.”

Saat ini, teknologi chatbot AI dari Bahasa.ai telah digunakan oleh beberapa perusahaan nasional, di antaranya DANA, Smartfren, Sociolla, MyRepublic, Bank Sinarmas, KoinWorks, KalCare, Indosat Ooredoo, AstraPay, BAF, Morinaga, dan yang terbaru Artajasa.

Sumber: Pantau.com

Klik Untuk Berlangganan