Ratusan Juta Pengguna Whatsapp Web Mulai Jadi Incaran Hacker

Setelah suskses meraih hampir 900 juta pengguna aktif bulanan, aplikasi WhatsApp pun tidak luput dari serangan penjahat-penjahat Cyber.

Setelah suskses meraih hampir 900 juta pengguna aktif bulanan, aplikasi WhatsApp pun tidak luput dari serangan penjahat-penjahat Cyber. Berita terbaru, dikabarkan sekitar 200 juta pengguna WhatsApp yang mengaplikasikannya ke  desktop berpotensi terinfeksi.Selain untuk Smartphone, WhatsApp memang memiliki aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk membalas dan menerima pesan langsung dari komputer. Peneliti menemukan adanya masalah keamanan yang terletak pada aplikasi komputer itulah yang memungkinkan hacker mengambil alih perangkat tersebut.

Seperti telah dikutip melalui situs Independent.co.uk, isu ini sendiri sebenarnya telah dilontarkan oleh peneliti keamanan Check Point. Menurut mereka, peretas dimungkinkan untuk mengambil alih komputer dari jarak jauh hanya dengan menggunakan nomor ponsel dan sebuah pesan singkat saja.

” Sampai saat ini setidaknya ada 200 juta pengguna yang memanfaatkan aplikasi web WhatsApp. Seluruhnya berpotensi dan rentan untuk di-hack. Caranya cukup mudah, peretas hanya butuh mengirimkan pesan singkat yang ketika dibuka oleh pengguna maka akan memuculkan kode berbahaya,” ujar pihak dari Check Point.
Menurut para peneliti keamanan itu, kode berbahaya itu berperan sebagai virus dan bisa mengendalikan komputer dari jarak jauh hingga bisa menyalakan kamera secara otomatis dan merekam segala aktivitas pengguna. Atau yang lebih parah lagi, komputer yang terinfeksi bisa menjadi media untuk penyebaran virus ke perangkat lain.
“Memang saat ini platform web WhatsApp memungkinkan semua orang untuk melihat file dan media yang dikirim oleh pengguna lain. Salah satu jenis file yang bisa dikirim adalah file kontak yang sepertinya terlihat sebagai kiriman biasa bagi pengguna. Namun dalam hal ini, perangkat komputer pengguna bisa terpapar virus jika file itu dibuka,” kata pihak Check Point.

Ditambahkan oleh pihak Check Point juga, pengembang WhatsApp telah mengetahui permasalahan ini dan telah melakukan update ke versi terbaru untuk menghindari permasalahan yang terjadi. Check Point sendiri menyarankan kepada para pengguna untuk selalu menggunakan WhatsApp versi terbaru untuk memastikan Anda tidak terkena masalah seperti di atas. (art)

Trend Micro yang memiliki solusi untuk mengatasi masalah ini. Dengan teknologi scanning berbasis cloud yang dinamakan Smart Protection Network. Teknologi ini digunakan Trend Micro untuk melindungi dari serangan penjahat Cyber terbaru. Dengan teknologi ini Trend Micro mampu melindungi komputer terhadap Ransomware dengan mengidentifikasi dan memblokir link-link yang berbahaya pada situs internet, jejaring sosial dan email. Trend Micro juga dapat melindungi dari instalasi aplikasi yang tidak sah dan tidak Anda inginkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut cara mendapatkannya Trend Micro dapat mengunjungi: http://asiadigi.com/promo/get/MYREPUBLICFTM